LANDASAN TEORI - Skripsi Keterampilan Menulis Puisi

Pembelajaran Menulis Puisi di SD
            Pembelajaran menulis bagi siswa kelas V SD termasuk menulis permulaan. Pembelajaran menulis permulaan termaksud tetunya bukan lagi dalam rangkaian membaca menulis permulaan(MMP) yang sekarang ini lazim dilaksanakan secara tematik dan terpadu bagi kebanyakan siswa kelas rendah di SD. Pembelajaran menulis puisi di kelas V SD secara umum biasanya diawali dengan pembelajaran membaca puisi atau dapat pula sebaliknya. Daftar Harga Burung
            Kegiatan pembelajaran menulis puisi bagi siswa kelas V SD tentunya tidak merupakan bagian terpisah dari aspek-aspek menulis lainnya, melainkan suatu pembelajaran yang integral dalam kompetensi dasar menulis. Selain itu, pembelajaran menulis pun tidak dapat dilaksanakan secara parsial, melainkan suatu pembelajaran yang terpadu dalam suatu standar kompetensi keterampilan berbahasa. Dengan demikian, untuk dapat memahami hakikat pembelajaran menulis di SD yang sesungguhnya, pengkajian dan pengembangan kurikulum mutlak dibutuhkan.

1.         Pembelajaran Menulis di SD Berdasarkan KBK 2004
            Pembelajaran menulis di SD menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004 sesungguhnya mengacu pada standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan Kurikulum 2004(Depdiknas, 2003 : 9) dijelaskan hal-hal berikut.
             Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang disusun untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia secara nasional. Saat ini berbagai informasi dan kemajuan ilmu pengetahuan hadir dan tak dapat dicegah. Bagi sebagian masyarakat hal tersebut dapat bermanfaat bagi kehidupan. Harga Sepeda Polygon
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan satu sarana yang dapat mengakses berbagal informasi dan kemajuan tersebut. Untuk itu kemahiran berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara lisan dan tertulis harus benar-benar dimiliki dan ditingkatkan.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia diberikan di semua jenjang pendidikan formal. Dengan demikian, diperlukan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memadai dan efektif sebagai alat berkomunikasi, berinteraksi sosial, media pengembangan ilmu, dan alat pemersatu bangsa. Sekolah dapat secara efektif menjabarkan standar kompetensi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan.
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia bersumber pada hakikat pembelajaran bahasa, yaitu belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi dan belajar sastra adalah belajar menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya. OIeh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia mengupayakan peningkatan kemampuan siswa untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis serta menghargai karya cipta bangsa Indonesia.
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia membolehkan akses pada situasi lokal dan global yang menekankan keterbukaan, kemasadepanan, dan kesejagatan. Dengan demikian siswa menjadi terbuka terhadap beragam informasi dan dapat menyaring yang berguna, belajar menjadi diri sendiri dan menyadari akan eksistensi budayanya sehingga tidak tercabut dari lingkungannya. Harga Satria FU
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia mengupayakan siswa dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, minat, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya bangsa sendiri. Pada sisi lain sekolah atau daerah dapat menyusun program pendidikan sesuai dengan keadaan siswa dan sumber belajar yang tersedia.
Bahasa merupakan sarana untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, serta untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kesusasteraan merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap Bahasa Indonesia, serta menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.
            Salah satu rumusan Standar Kompetensi menulis bagi siswa kelas V SD adalah mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai ragam tulisan melalui menyusun karangan, menulis surat pribadi, meringkas isi buku bacaan, membuat poster, dan menulis catatan dalam buku harian menulis kartu pos serta menulis prosa sederhana dan puisi”(Depdiknas, 2003 : 17).
Rumusan Standar kompetensi tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara serta sastra Indonesia sebagai hasil cipta intelektual produk budaya yang berkonsekuensi pada fungsi mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai:
(1)    sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa,
(2)    sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestanian dan pengembangan budaya,
(3)    sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk rneraih dan mengembangkai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni,
(4)    sarana penyebaduasan pemakaian Bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah,
(5)    sarana pengembangan penalaran, dan
(6)    sarana pemahaman beragam budaya Indonesia melalui khazanah kesusasteraan Indonesia.
            Secara umum tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di SD adalah sebagai berikut:
(1)     Siswa menghargai dan membanggakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan(nasional) dan bahasa negara.
(2)    Siswa memahami bahasa Indonesia dan segi bentuk, makna, dan fungsi, serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-mam tujuan, keperluan, dan keadaan.
(3)    Siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia untuk rneningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial.
(4)    Siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa(berbicara dan menulis).
(5)    Siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
(6)    Siswa menghargai dan mernbanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Adapun mengenai ruang Iingkup standar kompetensi aspek menulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD yaitu “menulis karangan naratif dan nonnaratif dengan tulisan rapi dan jelas dengan memperhatikan tujuan dan ragam pembaca, pemakaian ejaan dan tanda baca, dan kosakata yang tepat dengan menggunakan kalimat tunggal dan kalimat majemuk serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan menulis hasil sastra berupa cerita dan puisi. Kompetensi menulis juga diarahkan menumbuhkan kebiasaan menulis”.
            Selain itu, mata pelajaran bahasa Indonesia di SD memiliki standar kompetensi lintas kurikulum yang merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh siswa melalui pengalaman belajar. Standar kompetensi lintas kurikulum ini meliputi:
(1)    Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan agama yang dianutnya.
(2)    Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan, dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk berinteraksi dengan orang lain.
(3)    Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep, teknik-teknik, pola, struktur, dan hubungan.
(4)    Memilih, mencari, dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber.
(5)    Memahami dan menghargai iingkungan fisik, makhluk hidup, dan teknologi, dan menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai untuk rnengambil keputusan yang tepat.
(6)    Berpartisipasi, berinteraksi, dan berkontribusi aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya, geografis, dan historis.
(7)    Berkreasi dan menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat beradab.
(8)    Berpikir logis, kritis, dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
(9)    Menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri, dan bekerja sama dengan orang lain(Depdiknas, 2003 : 10).
            Standar kompetensi bahan kajian bahasa Indonesia untuk aspek menulis di SD yaitu “menulis secara efektif dan efisien berbagai jenis karangan dalam berbagai konteks serta berapresiasi sastra dalam becbagai jenis dan bentuk melalui kegiatan menulis hasil sastra, salah satu contoh adalah puisi.
            Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia di SD untuk aspek menulis adalah “siswa mampu menulis huruf, suku kata, kata, kalimat, paragraf dengan tulisan yang rapi dan jelas, menuIis karangan sederhana, berbagai petunjuk berbagai, teks percakapan, surat pribadi dan surat resmi dengan memperhatikan tujuan dan ragam pembaca dan menggunakan ejaan dan tanda baca serta kosakata yang tepat dengan menggunakan kalimat tunggal dan kalimat majemuk, rnenulis berbagai formulir, pengumuman, tata tertib, berbagai laporan, buku harian, poster, iklan, teks pidato dan sambutan, ringkasan dan rangkuman, dan prosa serta puisi sederhana. Kompetensi menulis juga diarahkan untuk menumbuhkan kebiasaan menulis”(Depdiknas, 2003 : 11).
            Adapun untuk rambu-rambu pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia di SD menekankan pada fungsi utama bahasa adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Dengan demikian, setiap siswa dituntut untuk terampil berbahasa. Bila setiap siswa sudah terampil berbahasa, maka komunikasi antar siswa akan behangsung dengan baik .
            Kornunikasi yang dimaksud dalam hal ini adalah suatu proses penyampaian maksud pembicara kepada orang lain dengan menggunakan saluran tertentu. Maksud komunikasi dapat berupa pengungkapan pikiran, gagasan, ide, pendapat, persetujuan, keinginan, penyampaian informasi tentang suatu peristiwa, dan lain-lain. Hal itu disampaikan dalam aspek kebahasaan berupa kata, kalimat, paragraf(komunikasi tulis) atau paraton(komunikasi lisan), ejaan dan tanda baca dalam bahasa tulis, serta unsur-unsur prosodi (intonasi, nada, irama, tekanan, tempo) dalam bahasa lisan.
            Dalam berkornunikasi tentu ada pihak yang berperan sebagai penyampai rnaksud dan penerima maksud. Agar komunikasi terjalin dengan baik, maka kedua pihak juga harus bisa bekerjasama dengan baik. Kerjasama yang baik  itu dapat diciptakan dengan memperhatikan beberapa faktor, antara lain memperhatikan siapa yang diajak berkomunikasi, situasi, tempat, isi pembicaraan, dan media yang digunakan.
            Di muka telah diuraikan bahwa fungsi bahasa yang utama adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Untuk itu, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan agar siswa terampil berkomunikasi. Fungsi utama sastra adalah sebagai penghalusan budi, peningkatan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, penumbuhan apresiasi budaya dan penyaluran gagasan, imajinasi dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif, baik  secara lisan maupun tertulis. Siswa dilatih lebih banyak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, bukan dituntut lebih banyak untuk menguasai pengetahuan tentang bahasa, sedangkan pengajaran sastra ditujukan untuk rneningkatkan kemampuan siswa dalam menikmati, menghayati, dan memahami karya sastra. Pengetahuan tentang sastra hanyalah sebagal penunjang dalam mengapresiasi karya sastra.
            Kata menduduki posisi penting dalam sistem bahasa. Pemakaian kata merupakan hal yang penting dalam berbahasa, baik  lisan maupu tulisan. OIeh sebab itu, penguasaan kosakata seseorang sangat menentukan keberhasilannya dalam berkomunikasi. Pembelajaran kosakata bertujuan untuk memperkaya perbendaharaan kata siswa. Siswa tidak harus menghafal sejumlah kata, tetapi yang terpenting dapat menggunakannya di dalam kalimat. Mengenal dan memahami makna kata merupakan tujuan utama pembelajaran kosa kata.
            Pengorganisasian materi pembelajaran menulis pada kajian ini merupakan kerangka tentang standar kompetensi menulis yang harus diketahui, dilakukan, dan dimahirkan oleh siswa pada setiap tingkatan. Kerangka ini disajikan dalam lima komponen utama, yaitu:
(1)    Standar Kompetensi:  Mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai ragam tulisan melalui menyusun karangan, menulis surat pribadi, meringkas isi buku bacaan, membuat poster, dan menulis catatan dalam buku harian menulis kartu pos serta menulis prosa sederhana dan puisi.
(2)    Kompetensi Dasar: Menulis karangan, kartu pos, surat, laporan, isi buku, buku harian, poster, prosa sederhana, dan puisi.
(3)    Hasil Belajar: Menulis puisi
(4)    Indikator:  Menentukan gagasan pokok berdasarkan pengalaman, menulis puisi berdasarkan gagasan pokok, dan menuangkan gagasan dalam bentuk puisi.
(5)    Materi Pokok: Menulis puisi.
            Kelima komponen di atas sesungguhnya terpadu dalam cakupan standar kompetensi aspek mendengarkan, berbicara, dan membaca. Untuk mewujudkan kelima kompenen tersebut diwujudkan dalam bentuk pengalaman belajar seperti berikut.
·              Siswa mengidentifikasi beberapa kejadian berdasarkan(objek konstektual lingkungan sekolah) yang pernah dialaminya.
·              Siswa menentukan gagasan pokok berdasarkan kejadian(objek konstektual lingkungan sekolah) yang pernah dialaminya.
·              Siswa menulis puisi berdasarkan kejadian(objek konstektual lingkungan sekolah) yang pernah dialaminya.
·              Siswa merevisi penulisan puisi.
·              Siswa bergiliran tampil di muka kelas membacakan puisi yang telah ditulisnya.
·              Siswa memajangkan hasil karyanya pada papan seni.
·              Siswa menyimpulkan hasil belajar.
http://www.id-bagus.com/2013/08/Harga-Honda-Jazz.html

Share :
 

Makalah Pendidikan

Skripsi